Aturan Baru dari Batas Usia Pembuatan SIM C

Ketika seseorang sudah cukup umur untuk berkendara maka ia harus membuat SIM atau Surat Izin Mengemudi.  Misalnya pembuatan SIM C untuk pengendara sepeda motor. Kini, telah dikeluarkan peraturan dari Kepolisian Indonesia tepatnya yang tercantum di dalam (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021. Yaitu tentang penandaan dan penerbitan SIM C. Dalam perpol tersebut ada juga penggolongan pembuatan SIM kendaraan motor yaitu SIM C, SIM C I, dan juga SIM C II.

Perubahan klasifikasi pembuatan SIM tersebut juga ikut merubah beberapa persyaratan terbaru dalam hal kepemilikannya. Yaitu mengenai batas minimal usia dari si pembuat SIM itu sendiri. Dalam Perpol Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 8 itu disebutkan juga tentang pemenuhan penerbitan SIM yang meliputi  SIM C, SIM C I, dan SIM C II.

Aturan Baru dalam Pembuatan SIM C dari Batas Usia

Jadi, menurut Perpol Nomor 5 Tahun 2021 pemohon atau orang yang akan membuat SIM C memiliki ketentuan dari batas usia paling rendah yaitu:

  • Minimal usia 17 tahun menggunakan SIM C
  • Minimal usia 18 tahun menggunakan SIM C I
  • Minimal usia 19 tahun menggunakan SIM C II

Kewajiban kepemilikan SIM C tersebut juga terdapat dalam Perpol yang baru. Di sana juga disebutkan bahwa kepemilikan dari SIM C I maka si pemilik kendaraan harus memiliki SIM C terlebih dulu. Yang sudah digunakan sebelumnya dalam waktu 12 bulan sejak usianya 17 tahun. Dan sejak SIM C tersebut terbit.

Sama halnya dengan pengguna SIM C II yang wajib memiliki SIM C I terlebih dulu, yang sudah digunakan selama 12 bulan sebelumnya.

Aturan baru dari penggolongan SIM ini belum diterapkan secara penuh. Karena sampai saat ini masih dilakukan sosialisasi pada masyarakat oleh Polri, tentang aturan golongan baru di SIM C tersebut.

Dari Perpol Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 8, penggolongan dalam pembuatan SIM C ini dibagi menjadi tiga golongan yaitu SIM C, C I, dan C II. Penggolongannya juga dibuat atas dasar silinder dari sepeda motor yang dikemudikan.

Contohnya SIM C hanya untuk motor dengan kapasitas silindernya hanya <250 cc. Sedangkan untuk motor di atas 250 cc – 500 cc atau motor yang memiliki tenaga listrik menggunakan SIM C I. Dan SIM C II digunakan pada motor yang kapasitasnya >500 cc  serta untuk motor listrik.

Tahapan dalam Pembuatan SIM C Terbaru

Ada lima tahap yang harus dilalui, dalam membuat SIM C terbaru yang diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Tahap Pertama

Pihak pemohon SIM itu sendiri harus melakukan pembayaran untuk biaya PNPB pada resi Bank yang bisa melalui apa saja misalnya ATM atau melalui Teller Bank terkait.

  1. Tahap Kedua

Langkah selanjutnya yaitu melakukan registrasi pendaftaran dengan mengisi berkas atau formulir, foto, serta sidik jari.

  1. Tahap Ketiga

Di tahap ini dilakukan ujian secara teori. Pihak pemohon akan melakukan ujian dengan teori tentang keterampilan dalam mengemudi, pengetahuan serta teknik berkendara, peraturan perundangan, dan etika dalam berlalu lintas.

Jika di tahap ini pemohonnya tidak lulus maka ujian bisa diulang seminggu setelahnya. Tapi jika lulus di tahap ketiga maka bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.

  1. Tahap Keempat

Di tahap keempat pihak pemohon harus mengikuti ujian praktik yang apabila tidak lulus maka harus mengulangnya lagi, sekitar 14 hari setelah ujian praktik yang pertama. Namun jika pemohon ini tidak lulus di tahap 3 dan 4 lalu tidak mengikuti ujian ulangnya lewat dari 30 hari, ia dianggap batal di ujian tersebut dan harus mendaftar kembali jika ingin melakukan ujian.

  1. Tahap Kelima

Tahapan terakhir adalah pencetakan SIM yang nantinya pihak pemohon harus menandatangani SIM dan dilakukan proses pencetakan dan juga penyerahan SIM C tersebut.

Bagi Anda yang ingin melakukan pembuatan SIM C mohon dipahami terlebih dahulu bagaimana ketentuan terbarunya. Walaupun sampai saat ini masih di tahap sosialisasi, tetapi saat aturannya berlaku Anda sudah tidak bingung lagi dengan aturan barunya.

Tags: